Friday, June 8, 2012

Rain, Virus and Black Mocca



Terima kasiih bagi kamu yang sudah baca novel ini...

 
Rain, Virus and Black MOcca (RVBM) itu awalnya sebenarnya simple sekali looh?? awalnya aku cuma kebayang adegan seorang cewek yang naksir cowok yang lagi duduk di cofee shop. sekali, dua kali, tiga kali... dia selalu liat cowok itu disana. Selalu ada setiap kali dia lewat dan yang paling penting, cowok itu super ganteng!

Terus aku jadi kebayang, gimana susahnya ngedeketin cowok yang gak dikenal sama sekali itu. Apa lagi cowok itu sama sekali gak pernah tertawa.

Nah, itu dia awal mulanya tercipta RVBM...

tapi dari semua cerita cinta pasti wajib ada konfliknya kan?? Itu juga udah aku pikirin matang2... :)

aku bukannya senang kalo tokohku menderita, tapi aku pingin munculin makna dari cintanya Erick dan Amy yang cuma sebentar itu..

Intinya, waktu hubungan sama sekali gak perpengaruh pada kekuatan cinta. hubungan Erick dan Amy membuktikan bahwa cinta mereka tetap kokoh tak tergoyahkan sampai maut memisahkan...

Kalo diingat-ingat lagi, coba kita lihat kisahnya Jack dan Rose di Titanic. kalau kita simak baik2 ceritanya, Rose dan Jack baru berkenalan dan hanya berhubungan selama 3 hari!!! Parah kan??

Kekuatan cinta singkat itu yang mau aku angkat di kisah ini...

Rain, Virus and Black Mocca adalah karyaku yang pertama, semoga menjadi langkah awal persahabatan kita yaaa....

Banyak sekali komentar, saran dan kritik yang aku terima.. senang sekali membacanya!

Nah, menurut kamu RVBM itu bagaimana?

kamu boleh nanya apaa aja seputar RVBM dan seputar pembuatannya...

aku akan senang sekali ngejawabnya! bener dehh...

Sayangnya komen yang masuk tidak bisa diposting semua, maaf yaa...

Sampai jumpa di karya selanjutnya....


Cupkiss,

@SallyAyumi


Resensi dari pembaca untuk novel ini, bisa kamu baca disini:

Pernah bikin resensi novel Rain, Virus and Black Mocca juga? Silakan mention @Sallyayumi di twitter, supaya tulisan kamu juga muncul di daftar ini.

Baca gratis? Boleh kesini:


Belom punya?

Novel ini bisa kamu beli disini:


2. Email ke clickswithsally@gmail.com

Beli lewat fan page atau email bisa sekalian aku tanda tangani bukunya khusus buat kamu!




Info buat kamu yang mau daftar jadi Reseller, klik disini

 Komentar dari mereka yang udah baca:
(diambil dari Clicks With Sally Facebook Fan Page)

30 April 2011

"sumpah aku suka banget sama novel kamu :D

novel kamu udah sampai di batam :D"


"aku ngefans banget ama buku novel ini,

andai aku yang ada d keadaan aku,
kisahnya lucu , sedih banget , pokoknya campur aduk deh
mbak bagus banget deh karangannya"


29 April 2011
"kak....
  • banyak teman aku yang blang kalau RVBM tuh harus di layar lebarkan soalnya crita nya tuh membuat hati umat manusia pada terhanyu semua.... termasuk aku kak....
    aku sangat berharap kalau RVBM tuh jadi layar lebar kak...
    bakalan seru tuh pasti kalau uda di layar lebarkan....
    sampai sampai novel yang aku punya tuh kak jadi agak sedikit kusam karna tiap hari di baca.... wkwkwkwkwkwkwk.....
    malahan aku sampaek hafal crita nya kak...
    hehehehehehe"

    • 5 januari 2011

      "lam knal mbak.....nie q nabila....

      .mbak q cm mw bilang novelx mbak yang judulx RAIN VIRUS and BLACK MOCCA tu baguuuuuus bangt!!!!! .sedih n mghrukan bgt sih mbk crtax??? terinspirasi dari mn??? pa dri kisah nyata??? kalo kisah nyata,spa orgx??? .d bls yaa......q fans brux mbak......."

    • 1 November 2010 
      "Iyaaa , udah ka . Hehe
      aku gak butuh waktu byk qo utk baca .
      Iyaa aku suka banget kaa .
      Yaa itu kisahny emang mengharukan , andaikan cerita di novel itu dijadiin film , pasti bnr2 ordinary . luarbiasa ka idenya :)
      okeoke, aku pasti ksh tau ke temen2 aku .
      Tadi pagi habis shlt subuh kbetulan aku baru slesai sampe akhir , wah tiba2 bener2 so sweet sampe nangis hihi . Wah , aku mau dong ditulis sbg opini pembaca xixixi .

      Wah oke , aku doain.
      Aku amat sangat menggemari novel , nanti promosiin ke aku lg ya ka yang ke 2.

      samasama , good job :)"

      • 25 October 2011

        "Rain virus n black mocca critax is perfect

        da ksah snang sdih lucu mengharukan
        wah bner log nie d sbut sribu stu ksah"

      • 22 October 2010
        "slm knl kak..
        novel ka2k kren abis..ak bca ampe nangis2..
        pkok.na top bete dhe ...hhhhhaaaaa
        Ak sk karakter Erick,mrip bgd dgn slh st tmn ak..
        Cma tmn ak it otak.na trlalu dangkal,ga kek Erick gtu..
        N novel u,membuat ak jd trngat tmn(cowk) baik yg meninggal 2 thn lalu,n dya jga bru tw ad gejala HIV,n dya jd drop,n konsumsi narkoba ampe Overdosis,,"







Tuesday, March 6, 2012

Tentang Erick


Hmm, Erick Westmorland.

Berhubung banyak banget pembaca yang nanya tentang Erick, maka disini aku coba cerita sedikit tentang si Mr. Ice ini.

Aku suka banget sama karakter ini. Dia adalah karakter favoritku.

Namanya sendiri terinspirasi dari berbagai macam hal. Waktu kecil aku pernah nonton film kartun The Little Mermaid. Kalau kalian juga pernah nonton, pasti udah tau kalo Ariel si Putri Duyung jatuh cinta sama Pangeran Tampan bernama Erick. Yap. Sesimpel itulah alasannya. Nama Erick di kepala gw selalu punya charming image yang bikin melting. Hahaha...

Ganteng, Atletis, Pemberani, Penuh Cinta. What else? xp



Sedangkan nama belakangnya itu aku ambil dari nama salah satu tokoh di serial Prison Break. Sebenernya nama tokohnya Charles Westmoreland, Jr. atau dalam serial itu sering disebut sebagai D.B Cooper. Tokoh ini dimainkan dengan baik oleh Muse Watson.

Si Westmorland ini pintar, sangat misterius dan susah dibaca pikirannya. Banyak dialognya yang absurd, melayang dan penuh makna yang 'dalem'. Meskipun di penjara, kemana-mana dia selalu menggendong kucing kesayangannya. Masih menyiratkan kepribadian yang hangat. Ke-misterius-an itulah yang pengen aku masukin ke Erick, sehingga aku menamainya; Erick Westmorland.



Tapi sejujurnya sih aku selalu membayangkan Erick seperti Edward Cullen... Hmm, mulai dari gaya berpakaiannya sampai dari sikap dinginnya.Walaupun gak mungkin banget dehh, Robert Pattinson mau main di novel qu ini. Lagipula, RVBM sudah selesai kutulis ketika Twilight pertama kali tayang di Bioskop. Jadi waktu aku pertama kali nonton Twilight dan ngeliat Edward, aku langsung ngejerit sama temenku si Molin yang duduk di sampingku... aku bilang, "Lin, Edward tuh Erick banget!"






Yaah, bukannya aku mau ngedompleng popularitas Twilight atau semacamnya yaa...

Aku juga setuju banget kalo film itu two thumbs up!


Tapi, bagaimana visualisasi Erick bisa berbeda-beda di setiap imajinasi para pembaca. Jadi kalau bayangan Erick di benak kamu nggak sesuai dengan gambaranku tadi, boleh aja kok kamu bayangkan Erick semau kamu :)


Silakan berimajinasi!

Aku selalu seneng banget setiap kali menulis dan mendeskripsikan karakter Erick. Aku suka membayangkan senyumnya yang jarang-jarang itu, dan wajahnya yang bahagia ketika mandi hujan.

Hmm, Tapi hidup Erick memang gak aku bikin terlalu bahagia... (maaf yaa)

Karena dia mengidap AIDS yang ditularkan dari ibunya sejak lahir, aku harus browsing sana sini untuk ngedapetin info sebanyak-banyaknya tentang virus ini.

Well, tapi yang ingin aku tunjukkin adalah Erick juga jatuh cinta pada Amy sejak pertama kali dia melihat cewek itu ngintip di seberang jalan Peanut Street.

Dan dalam sejarah cintanya, hanya ada Amy. Erick sebenarnya sangat sayang Amy dan gak mau nerima kenyataan bahwa hidupnya sebentar.

Kasihan banget yaaa (hiks... hiks...)

Namun pada akhirnya dia mulai mengerti rahasia Tuhan yang diberikan untuknya. Erick mulai mensyukuri takdirnya dan menjalani cinta singkatnya itu.

Dan dari hatinya yang paling dalam, Erick benar-benar gak mau ngeliat Amy menangisinya.

Erick, I'm very sorry...

but you're the best character in this story!!


"Don't ever remember me in two things, but three...
Rain, Virus and Black MOcca"
Erick Westmorland



Buat seluruh penggemar Erick, aku minta maaf yaa... terima kasih sudah membaca RVBM...

@Sally Ayumi


Thursday, March 1, 2012

A Whole New World

Sayonara.

Hanya satu kata itu saja yang bisa aku ucapkan sekarang.
Sekarang aku resmi keluar dari kantor yang mengajari aku banyak hal.

Disana aku belajar bekerja sama dalam tim, berkoordinasi, administrasi dan segala hal mengenai persahabatan dan kolega.

Sebenarnya ini mengejutkan, karena awalnya aku masih berniat mengabdi pada LSM itu selama setahun mendatang. Meskipun sudah lulus, aku pikir sebaiknya aku tidak langsung cari kerja di tempat yang lebih baik saja. Aku tak mau disebut sebagai kacang yang lupa pada kulitnya. Aku masih ingin mencari ilmu, pengalaman dan keterampilan di kantor itu.

Tapi kenyataan yang mengejutkan malah kuterima. Kontrakku diputus begitu saja. Aku bingung dan tidak mengerti kenapa bisa sampai begini.

Alasan yang aku terima juga kurang memuaskan rasa penasaranku.

Pekerjaan di kantor itu begitu padat, skill multi tasking sangat diperlukan. Belum lagi aku adalah sekretaris orang nomor satu di kantor, bukan main repotnya.

Namun pada kenyataannya, Managerku hanya melihat kinerjaku yang kerepotan sebagai seorang sekretaris. Sementara pekerjaan multi tasking sebagai admin program full schedule yang selama ini kukerjakan mati-matian tidak ada nilainya.

Kecewa? Tentu saja. Marah malah. Wajar kan? Aku juga manusia.

Tetapi sudahlah, semua itu sudah berlalu. Toh akhirnya aku bisa keluar tanpa disebut kacang yang lupa kulitnya.

Kini waktunya memulai hari-hariku yang baru, yang luar biasa.

Waktunya menulis lagi, waktunya berkarya.

Semangat berjuang di dunia yang baru!!

A WHOLE NEW WORLD


@Sallyayumi



© Sally Ayumi
Maira Gall