Memasuki usia kehamilan 4 bulan, mual berangsur-angsur menghilang. Indera penciuman gak terlalu sensitif lagi, jadi masih bisa toleran sama bumbu-bumbu masak dan bau-bau aneh lain di sekitar. Hal ini yang saya syukuri banget, karena menjalani hari-hari kehamilan menjadi lebih mudah karena udah bisa makan dengan nyaman.
Yang saya alami lainnya adalah munculnya stretchmark yang semakin jelas, garis-garis merah kehitaman di perut bagian bawah. Stretchmarks ini muncul karena perut melar secara drastis sehingga pembuluh darah di bawah kulit pecah. (Kalo ga salah gitu) Tapi Stretchmark ini kata orang sih akan menghilang setelah melahirkan (hopefully ya). Karena garis-garis ini gak keliatan juga, jadi saya gak begitu masalah. Perawatannya diolesin minyak telon atau minyak kelapa aja yang rajin, untuk menjaga elastisitas kulit, supaya seiring membesarnya perut kita nanti, strecthmark gak makin parah.
Di Trimester Kedua ini, Alhamdulillah saya gak mengalami banyak keluhan. Bisa kerja dengan santai.
Kendala muncul ketika periksa kandungan, berat janin sempat kurang. Akhirnya harus makan banyak protein hewani dan mengurangi karbohidrat. Saya akui sih, susah banget makan makanan sehat kalau sambil kerja kantoran gini. Makan 3x sehari semuanya beli karena gak sempet masak. Tantangan banget deh kerja kantoran, hamil dan makan sehat. Uugh, rasanya pengen resign aja demi anak. Alhamdulillah sampai sekarang janin masih dinyatakan sehat.
![]() |
| https://www.pinterest.com/explore/pregnancy-silhouette/ |
Memasuki Trimester Ketiga ini, keluhan yang makin menjadi adalah sakit pinggang dan punggung. Alamak, kalau mau tidur harus dielus-elus punggungnya dan rasanya pegel banget tiap bangun tidur. Awalnya cuma terasa pas malam hari, eh makin kesini makin sering sakit punggungnya dan berlangsung selama hampir 24 jam! Wajar aja sih sakit punggung ini terjadi karena berat bayi yang semakin bertambah jadi tulang punggung harus menahan beban berlebih, dan tulangnya kurang kuat karena bayi juga menyerap asupan kalsium dari ibunya.
Pas periksa ke Dokter, disarankan kalau sudah terlalu nyeri ya diminum suplemen kalsiumnya (Ossoral) tapi kalau sudahgak sakit, minumnya sehari sekali aja sesuai dosis awal. Trus dapet kabar lagi bahwa posisi Dede Bayi sungsang, kepalanya belum di posisi bawah. Dokter menyuruh saya untuk sering-sering knee chest position (posisi mirip sujud) supaya bayi bisa bergerak muter. Kalau dia begini terus, bisa-bisa nanti gak bisa lahiran secara normal. Sebenernya Dokter Triani gak bermaksud nakutin, tapi memang itulah resiko yang harus kita ketahui sebagai pasien. Sempet down banget sih, nangis malem-malem karena khawatir yang berlebihan.
Di awal kehamilan bulan ketujuh ini, saya cuma bisa berdoa dan berusaha, semoga kehamilan ini tetap lancar tanpa banyak keluhan dan lancar bersalin secara normal. Supaya saya dan suami bisa ketemu Dede Bayi dengan selamat dan sempurna. Amiin.
Intinya sih kalau hamil jangan malas kontrol ke dokter ya. Harus selalu tahu perkembangan janin setiap bulannya. Kalau ada apa-apa bisa segera ditangani. Jangan lupa juga harus rajin minum susu hamil untuk tambahan kalsium dan asam folat, juga vitamin hamil yang dari dokter.
Buat kamu yang lagi hamil, semangat terus yuk!
