Sunday, August 20, 2017

Resep MPASI Rumi❤ #4 Bubur Ayam Wortel

Sebentar lagi Rumi genap 8 bulan, Mamanya coba bikin bubur lembek tapi gak pake disaring/blender lg biar naik teksturnya pelan2.😊

Hasilnya? Rumi gak begitu suka tekstur kasar begini, maunya yg lembut.. jadinya makannya kurang lahap deh. Gapapa ya Rumi sayang pelan2 belajarnya.. 😅😅😅

Bubur Ayam Wortel
Bahan:
- Beras merah 2 sdm
- Beras Putih 2 sdm
- Wortel parut
- Ceker Ayam 1 buah
- Daging Ayam Fillet 1 sdm
- Unsalted Butter 1 sdm
- Bawang Putih 1 siung geprek
- Air 3 gelas

Cara Memasak:
Cemplung semua ke dalam rice cooker. Masak sampai matang. Aduk rata.
Done!

Saturday, August 12, 2017

Resep MPASI Rumi❤ #5 Bubur Salmon Merah Putih

Menu #MPASI Rumi hari ini:

Bubur Salmon Merah Putih🐇🐰

@mpasibayisehat @mpasidansikecil @mpasibayi @mpasibayii

Masak #mpasi pake rice cooker ternyata lebih praktis yo. Sambil nunggu mateng bisa nemenin si bayi main. 🐢🐢🐢

Bahan:
Beras Merah 1 sdm
Beras putih 2 sdm
Wortel 1/2 buah ➡ Parut halus
Unsalted butter 1 sdt
Daging Ikan Salmon ➡ suwir2 halus
Air secukupnya dikira2 cukup utk masak sampai jadi bubur.

Cara masak:
1. Cemplung semua bahan ke dalam panci rice cooker dan masak sampai matang. Ketika sudah matang aduk2 rata.. wanginya endeees banget... cek tekstur dan tambah air bila perlu.

2. Bila tekstur kurang halus, blender/saring bubur bayi. Ambil bagian yg sudah disaring.

3. Sajikan sesuai porsi makan bayi dengan kasih sayang😙

4. Simpan bubur yg tersisa dalam wadah tertutup rapat dan masukkan ke dalam magic com/rice cooker supaya keep warm.

Reaksi Rumi: suka makanannya tapi gak konsen makan karena sibuk main. Aduh.. ada tips gak supaya anak konsen ke makanan?

Thursday, August 3, 2017

ASI & SUFOR UNTUK RUMI

Hari ini saya mau cerita kisah yang bikin saya patah hati.

Seperti Ibu-ibu modern jaman sekarang,  saya pun juga ikut ritual pumping dan storing ASI supaya Rumi tetap bisa konsumsi ASI walaupun saya tinggal kerja. Saya berhasil menyusui Rumi secara eksklusif sampai usianya 6 bulan.

Memasuki usia 7 bulan, freezer yg tadinya full ASI perah makin lama makin kosong. Kebutuhan Rumi minum ASI semakin banyak seiring pertumbuhannya. Dan saya gak bisa ngejar demand Rumi. Saya pompa 2 jam sekali tapi hasilnya tidak sebanyak bulan-bulan awal melahirkan.

Saya mulai panik, karena idealnya ASI tetap diberikan sampai usianya 2 tahun. Saya masih bisa menyusui Rumi, tapi kalau dipompa hasilnya tidak banyak lagi. Kurang.

Booster? Gak ngaruh banyak ya di saya. Tapi setelah saya introspeksi diri, memang saya banyak melakukan kesalahan:

1. Kalau di kantor, sibuk sama komputer sampai lupa minum. Di rumah juga minum kalau habis makan aja. Saya merasa kurang minum air putih.

2. Kurang makan sayuran hijau. Makan siang seketemunya aja. Kadang ya menunya kurang sehat mungkin. Contoh, makan ayam penyet atau pecel lele. Sayurannya cuma dari lalapan yg sedikit di pojokan piring.

3. Gak bawa bekal dari rumah, karena most of everyday saya rempong gak sempet bikin-bikin bekal. Padahal kalau niat harusnya bisa. Siapin menu sehat dari rumah.

4. Beli susu soya dan obat pelancar ASI dari dokter, tapi gak rutin minumnya.

5. Masih suka skip jadwal pumping, misal gara2  saya meeting kelamaan di kantor, padahal sudah harus pumping. Atau karena macet di jalan, payudara sudah 'ngajak' ngeluarin ASI tapi tertunda.

6. Saya bekerja. Artinya frekuensi Rumi untuk menyusu langsung akan berkurang. Adahal stimulasi terbaik untuk produksi ASI ya dari hisapan bayi.

Kira-kira itulah beberapa kesalahan saya setelah saya evaluasi lagi ke belakang. Sekarang, Rumi yg harus menanggung akibatnya.

Sehari-hari Rumi diasuh Oma-nya, biasanya Rumi minum 5-6 botol @100ml ASIP selama seharian saya tinggal kerja.

Tapi kini saya hanya bisa menyediakan 3-4botol ASIP @100ml (bahkan kadang kurang dari itu) untuk seharian.

Demi menghemat stok ASIP, Oma sering mengalihkan perhatian Rumi ketika dia mulai menangis minta ASI. Diajak jalan-jalan keluar rumah melihat kucing atau diajak main mainannya.

Memang awalnya berhasil, tapi sekarang tidak lagi. Rumi tetap menangis.

Saya sangat merasa bersalah pada Rumi, karena ASI adalah hak-nya. Saya juga takut Rumi kekurangan nutrisi ketika dia sedang masa pertumbuhan.

Sampai akhirnya, saya dan suami terpaksa beli sufor (susu formula) untuk memenuhi kebutuhan susunya.

Rutinitas pumping tetap saya lakukan, malah sekarang makin rajin. Dan sufor hanya diberikan ketika stok ASIP pada hari itu sudah habis. Hanya ketika  keadaan 'darurat'.

Patah hati? Pasti. Sedih dan kecewa. Merasa amat sangat bersalah. Saya ini ibu macam apa.. kok gak mikirin hak anak..??

Miris sekali yang saya rasakan melihat Rumi kekurangan ASIP. Beruntung suami pengertian sekali. Dia tetap mendukung saya dengan segala perhatiannya dan bantuannya mengurus Rumi sehari-hari.

Kalau nanti Rumi besar dan baca tulisan ini, Mama mau minta maaf ya sayang. Mama masih harus banyak belajar.  Mama masih banyak kekurangan. Mama tidak sempurna sebagai Ibu. Jadi, kita belajar sama-sama ya Nak...

© Sally Ayumi
Maira Gall