Kejadian ini gw alami ketika dalam perjalanan pulang kantor. Badan gw udah capek banget karena berdiri selama setengah jam di bus Mayasari Bakti, setelah turun di tol Bekasi Timur gw langsung naik angkot yang akan membawa gw mendekati komplek rumah.
Di dalam angkot yang sudah hampir penuh, di sebelah kanan gw duduklah seorang nenek dan cucu perempuannya yang kira-kira berusia tiga tahun. Gadis kecil itu bermata sipit, pipinya tembem dan rambutnya dikuncir dua. Imut banget.
Tapi kejadian sebenarnya ketika kita berada di dalem angkot, yang ada semua orang akan berlaku jaim-sejaim-jaimnya karena nggak saling kenal. Termasuk gw, yang memilih untuk diam bersandar dan memeluk tas gw erat-erat. Yah, waspada dong kali aja Bapak sebelah kiri gw ternyata copet.
Ketika angkot mulai berjalan, si cucu mulai berkata "Nek, kemaren kita liat orang gila dimana ya?"
Sang Nenek menjawab dengan wajah datar "Itu di jembatan depan sana."
Si cucu mulai mendelik, melongok dan berusaha memastikan jembatan yang dimaksud sang Nenek. Akhirnya angkot kami melewati jembatan itu. Mata gadis itu menyusuri sepanjang jembatan sampai selesai dilewati, kemudian wajahnya terlihat kecewa. "Mana Orang gilanya, Neek???"
Sambil malas-malasan sang Nenek menanggapi, "Sudah pulang kali."
"Pulang kemana?" tanya sang cucu.
Sang Nenek nyeletuk asal, "Ke rumah Mamahnya."
"Emangnya Orang gila punya Mamah juga?" tanya si cucu polos. Pertanyaan ini cukup membuat semua penumpang angkot tersenyum geli, termasuk gw.
Si Nenek tampaknya gak mau ambil pusing, "Ya punyalah. Orang gila kan Orang juga."
"Emangnya Mamahnya gak marah anaknya suka main di jembatan?" gadis kecil itu kembali menuntut jawaban. Saat itu semua penumpang semakin geli mendengarnya, tapi masih bertahan menahan tawa.
Si Nenek mengusap wajahnya, sedikit jengkel tapi masih mau menanggapi cucunya "Mamahnya kan kerja, jadinya nggak tau."
"Emangnya Mamahnya kerja cari uang juga Nek? Emangnya buat beli apa, Nek?" Tangan kecil gadis itu memilin-milin ikatan rambutnya. Ia menunggu jawaban dari sang Nenek.
"Iya kerjaaa....cari uang, buat beli macam-macam. Beli makan, beli minum, beli obat..." Jawab si Nenek.
"Beli obat buat apa Nek?" Tanya si cucu lagi. Gw berusaha sekuat tenaga menahan tawa.
Tanpa pikir panjang si Nenek langsung menyahut, "Ya obat buat anaknya dong. Anaknya kan GILAAA!!!"
Spontan tawa meledak dari para penumpang termasuk supirnya. Hilang sudah pertahanan jaga image masing-masing orang.
Sang cucu tersipu malu melihat reaksi para penumpang dan memilih untuk bersembunyi dipelukan Neneknya. Sementara sang Nenek hanya bisa tertawa bersama kami semua.
Sepertinya penumpang yang lain juga merasa sangat terhibur dengan kelakuan si Cucu dan Neneknya ini.
![]() |
| gambar: http://lovenstyle.com/wp-content/uploads/2012/08/smiling-kitten.jpg |












